seorang teman pernah mengirimkan pesan singkat yang berisikan pesan singkat " tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Hasrat yang berlebihan tanpa persiapan bisa berakibat fatal. Percaya membabi buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. Strategi dan kemandirian itu kuncinya.
pikiranku melayang pada suatu tempat dimana aku saat itu masih dibuai oleh apa yang dinamakan ketulusan yang saat ini menjadi barang ekslusif yang mungkin cuma dimiliki oleh segelintir orang. tapi entah kenapa sampai saat ini aku masih saja percaya bahwa suatu saat aku akan kembali pada rasa indah itu. dmana ketulusan bisa kumiliki tampa pamrih. sampai saat ini pun aku masih bisa merasakan ketulusan itu meski hanya suara dan sms.
pertanyaannya saat ini aku korban atau terdakwa?
jelasnya aku ga mau berpikir klo aku jadi korban. sebab kapanpun itu berakhir aku yakin suatu saat aku akan kembali ksana dmana kenyamanan akan keberadaan ketulusan dalam hidupku kembali kurasakan. setidaknya saat ini masih ada cahaya yang menemaniku dalam melewati kabut tebal. menghalau belukar tajam berduri. membuka topeng dan menemukan kenyataan bahagia namun semu. setidaknya aku tidak benar-benar sendirian disaat aku harus ditinggalkan dengan ketulusan yang terbuang. namun seorang teman berkata"tak ada ketulusan yang sia-sia".
ketulusan yang kurindukan ada karena pengertian tak berpamrih yang datang dari mereka yang ikhlas mengenalku. mereka yang sampai saat ini masih menemani sejarah panjang dalam hidupku. mereka yang masih saja setia dalam sedih dan senangku. mereka yang mematri namaku dalam deretan orang-orang yang mereka sayangi. maka nama merekapun akan selalu melekat dalam hati dan pikiranku.
Ingi berbagi sedikit pengalaman, suka duka, dan ide yang saya dapatkan. entah itu didalam sbuah kendaraan, ketika menatapi senja ditepi pantai atau dari kesibukan ruangan kantor yang padat. Mari berbagi, saling isi saling belajar. untuk hidup menuju kebenaran yang hakiki...
Selasa, 26 Februari 2008
Senin, 25 Februari 2008
Selasa, 29 Januari 2008
A view Days ago
Beberapa hari belakangan ku habiskan waktu dikamar. Libur.. mungkin cuma istilah buat anak sekolah yang setiap hari harus memandangi guru yang bicara panjang lebar didepan kelas. buatku libur ga libur sama saja. Bosan... saking bosannya aku sampe terkapar sakit. Pengen jalan tapi ga tau harus sama siapa.
Chubbies miss u guys...
kapan ya terakhir kalinya kita nongkrong bareng. kayaknya waktu itu kita nangis sambil nyanyiin lagu "lembayung bali" hieks10...
already cry now rememberred that silly things....
kita udah pencar-pencar ya.. padahal masih pengen bareng kalian ngelanjutin kuliah lagi dan kalo bisa sampai kita punya keluarga dan jadi nenek juga masih sahabatan.
arghh
Chubbies miss u guys...
kapan ya terakhir kalinya kita nongkrong bareng. kayaknya waktu itu kita nangis sambil nyanyiin lagu "lembayung bali" hieks10...
already cry now rememberred that silly things....
kita udah pencar-pencar ya.. padahal masih pengen bareng kalian ngelanjutin kuliah lagi dan kalo bisa sampai kita punya keluarga dan jadi nenek juga masih sahabatan.
arghh
Langganan:
Postingan (Atom)