Minggu, 11 Januari 2009

Sepi

SEPI
Sepi...
Apa kata itu begitu menakutkan?
Setiap orang kebingungan mencari teman ketika sepi itu datang dan merajai

Sepi...
Kenapa baru sekarang sakitmya begitu terasa sampai-sampai nafasku seakan terhenti
Jantungku berdatak tapi tanpa arti

Sepi...
Jiwa memberontak seakan ingin lepas dari ragaku
Mencari-cari belahannya yang telah diciptakan entah setelah atau sebelum keberadaannya dibumi.

Sepi...
Dalam hingar bingar bunyi terompet dan meriahnya kembang api
Mengapa makna kata itu yang terasa menyayat hati

Sepi...
Apakah selama ini hatiku mati?
Apa bedanya sendiri, berdua atau berlima sekalipun?
Toh, ujungnya aku akan sendiri lagi merajut waktu hingga saat itu menjemput lagi.

Sepi...
Aku sakit saat tidak ada lagi mereka yang datang dan bercerita tentang hidup dan deritanya.
Aku sakit saat diri kembali sendiri dalam sepi dan detik demi detik masih berputar dalam keheningan.

Rabu, 31 Desember 2008

Akhir Tahun

hari ini akhir dari tahun 2008

apa ya yg akan kita hadapi tahun 2009 nanti?

apa hidupku akan berubah?

apa tahun 2009aku masih sendiri saja atau akan berubah kah?

apa aku bisa melupakan dia?

apa akan datang hal-hal baru dalam hidupku nanti?

aku menantikan seseorang dari tahun kemarin.

apakah dia akan datang ditahun ini?

ahh entahlah..............

Selasa, 02 Desember 2008

ga adil

smuanya kosong.
rindu datang tanpa jeda. memaksa masuk kedalam hati
ahhh knapa cinta hanya bisa menyiksa?
berbagai cacian dan makian ingin kulontarkan tanpa jeda
untuk menutup smua perih yang datang dalam setiap hela.
malam ini aku berbicara dengannya melalui dunia maya.
meski hanya simbol dan kata2 aku bahagia
karena dirinya bahagia
Tuhan kapankah aku bisa meraihnya.
setelah sekian durinya kunikmati
kapan aku bisa merasakan indahnya mawar itu?
aku rindu dirinya.
andai boleh aku berkhayal ada dipeluknya.
namun malam ini cukuplah dengan dunia maya yg menjadi jembatan antara aku dan dia.
aku puas untuk malam ini
hingga rindu itu datang dan kembali mencekam dalam mimpi2ku

Kamis, 13 November 2008

Mereka


Lama sudah aku lewati sisi-sisi hidup.

Bahagia dan sedih, susah dan senang, tangis dan tawa.

Teman datang dan pergi silih berganti.

Seperti musim yang terus berputar.

Namun kalian yang kusebut sahabat sejati tak beranjak dari sisi

Walau kini aku sendiri, namun kasih ini masih mengisi relung sepi dalam hati.

Nad, kamu seakan air yang tak pernah habis.

Sepanjang waktu kebersamaan kita kamu terus saja mengisi hati dan pikiranku dengan segala sesuatu yang positif.

Kau buat aku percaya, bahwa aku mampu melalui setiap fase hidupku.

Bahkan disaat terburukku sekalipun, kau ada dan menguatkan aku.

Kau oase ku nad, tempatku melepas penat lelahnya menantang dunia.

meski saat ini kita dipisah jarak namun kuyakin ikatan diantara kita tetap akan sama.

Terima kasih kau datang dan mengisi hidupku dengan hal-hal yang ajaib.

Kau membuatku percaya bahwa dalam setiap duka dihidupku kelak kutemukan bahagia dan kunikmati setiap kenangan itu dengan tawa saatku telah melewatinya.

Aku akan selalu merindukan kebersamaan kita, canda, tawa dan tangis yang kita bagi bersama selama 5 tahun terakhir adalah inspirasiku.

Me, tak pernah kubayangkan apa jadinya aku bila Allah SWT tak menghadirkanmu dalam perjalanan hidup yang kulalui dalam sepi dikota yang tak ramah itu.

Pertemuan kita sederhana namun membawa beribu makna dalam hidupku.

Aku sadar mungkin aneh bagimu pada awalnya, untuk menyadari keberadaanku.

Dengan segala keluh kesah yang kutumpahkan padamu dan kau hanya menanggapinya dengan sederhana dan aku rasa itu lebih dari cukup karena hanya itu yang kubutuhkan.

Mengenalmu adalah anugrah dalam 2 tahun penuh tekanan dan kesulitan melawan diri sendiri dan melawan lingkungan yang tak bersahabat dengan orang sepertiku.

Mungkin bagi sebagian orang sulit menerima perangaimu dan kata “konyol”mu, ha ha ha ha...

Tapi bagiku kau adalah hiburan yang selalu ada.

Setiap masalah yang kau hadapi adalah ladang pelajaran untukku.

Setiap pemikiran-pemikiran anehmu adalah rekreasi pikiranku.

Ide-ide ajaib yang kadang tak kupikirkan kadang terlontar dari mulutmu.

Ketidakpedulianmu adalah usahaku untuk lebih memahami.

Me, maafkan jika selama ini sebagai seseorang yang berusaha menjadi sahabatmu aku tidaklah cukup mampu membuatmu nyaman akan keberadaanku.

Maafkan setiap kata dan perbuatan yang sering menyinggung atau mengganggu wilayah pribadimu. Maafkan jika aku lancang dan terlalu dalam menyusuri wilayah pribadimu. Teguran darimu selalu kuharapkan, kritikan darimu melegakanku. Karena dari itu semua aku tahu kau masih perduli padaku.

Ingat saat kuberbagi cerita denganmu tentang cintaku pada ka, kau menangis. Sejujurnya saat itu aku lah yang ingin menangis sejadi-jadinya karena akhir mimpi indahku telah tiba. Namun tak tahu kenapa kau menangis sedangkan aku tertawa.

Terima kasih me, terima kasih untuk selalu ada dalam setiap dukaku. Kata orang sahabat selalu ada dalam suka dan duka. Namun kau lebih sering ada dalam dukaku.

Maka aku akan coba untuk lebih banyak memperlihatkan sukaku padamu. Biar adil he he he he.....

Thanks for still being miracle in my life... dont ever change please!!!

Mel, adik sekaligus sahabat yang manja.

Kau ajarkan aku bagaimana seharusnya menjadi seorang kakak yang baik.

Melalui kemanjaanmu aku tahu kau membutuhkan aku.

Itu cukup membuatku tersanjung.

Meski kita telah sekian lama terpisah jarak, namun hubungan baik kita tak pernah berubah.

Kau masih seperti yang dulu, manja dan selalu ingin ku perhatikan.

Kau yang pertama kali ajarkan aku untuk mempercayai persahabatan.

Kala itu aku merasa kesendirianku sudah cukup untuk mengisi hidupku.

Namun kau datang dan ajarkan semua padaku.

Terima kasih telah menghias 8 tahun terakhir hidupku dengan persahabatan kita.

Terima kasih telah datang dalam hidupku.

Kak, mungkin ini sudah beberapa kali ku ucapkan.

Kau adalah sahabat sekaligus kakak yang baru aku miliki ketika aku menginjakkan kaki di kota penuh kenangan, yogyakarta.

Dalam perjalanan 3 tahun diawal pelajaran mandiriku, kau membawa banyak perubahan dalam hidupku.

Aku tahu, sebagai seorang adik mungkin aku terlalu banyak menuntut dan sering ku buat kau kesal.

Mungkin aku bukan adik dan sahabat yang cukup layak untukmu, namun setidaknya aku berusaha untuk itu.

Maafkan jika ku sering lancang melancarkan kritik tanpa kau minta dan mungkin itu menyakitkan untukmu.

Namun aku lebih senang kau tahu dari mulutku daripada dari mulut orang lain.

Aku sayang kau kak, terima kasih telah wujudkan impianku memiliki seorang kakak.

Terima kasih telah mengisi hari-hari kita dengan berbagai nasehat yang tak pernah aku dapatkan dari orang lain. Terima kasih telah menerimaku dalam hidupmu.

Terima kasih telah mendengarkanku meski kau lelah dengan keluh kesahku.

Terima kasih untuk semuanya, tetaplah menjadi kakakku...

Ka, kau lelaki terbaik yang hanya bisa kumiliki dalam kenanganku.

Lelaki yang kuyakin tak akan mungkin aku lupa dalam hidupku.

Lelaki pertama yang membuatku merasa dibutuhkan.

Lelaki pertama yang membuatku tak henti tersenyum selama seminggu setelah sekali bertemu denganmu meski hanya sekali dalam sebulan.

Lelaki yang mampu membuatku tersenyum meski hanya bayanganmu saja yang muncul dalam setiap mimpiku

Lelaki pertama yang mampu membuatku mencinta sepenuh hati tanpa memperdulikan logika.

Lelaki yang kadang autis dan lebih suka berdiam dalam dunia unikmu seorang diri.

Lelaki yang terlalu indah untuk dinilai hanya dari covermu saja.

Lelaki yang mampu membuatku kembali tersenyum bahagia walau saat itu kau sakiti aku.

Ka, terima kasih telah membuatku dapat merasakan cinta yang begitu besar dalam hatiku.

Terima kasih telah ajarkan aku cara mengerti dirimu.

Terima kasih telah berikan setahun penuh kenangan indah berada didekatmu.

Terima kasih telah ajarkan aku menjadi wanita seperti yang aku mau bukan seperti yang kau mau.

Terima kasih telah tunjukkan aku bahwa masih ada cinta untuk orang seperti aku.

Terima kasih telah biarkan aku miliki kenangan indah ini tanpa cela.

Terima kasih telah bawa keindahan dalam hidupku.

Terima kasih telah buatku merasa cukup berharga untuk dimiliki dan memiliki.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih dan tak akan pernah cukup kata untuk melukiskan betapa aku sangat menyayangimu saat ini dan entah sampai kapan.

Hanya waktu yang mampu memutuskannya ka

Can i just love you without thingking when its will be over? Couse until now nobody can touch my heart like you did.

Kamis, 16 Oktober 2008

Akhirnya...


Lama sudah aku lalui sebuah jalan berliku. Aku selalu mencari kemana dan dimana jalan keluar yg seharusnya aku lalui. Aku lelah, lelah terus berharap pada bayangannya. Tak bisakah aku temui satu saja cinta yang menginginkanku dan kuinginkan?
Baru saja aku akhiri satu liku hidup. Aku memilih jujur terhadap dirinya dan diriku terutama. Meski akhirnya tak sebahagia yang kuimpikan, namun kelelahanku selama 3 tahun ini terlepas sudah. Aku lega memilih mencintai dirinya. Aku ihklas melihat dia dari jauh saja. Aku bahagia meski aku tak pernah tau apa yang akan kulewati nanti dengan hanya membawa kenangan tentangnya.
Aku mencintainya tanpa syarat. Tapi aku tidak mau menggantungkan kebahagiaanku dengan harus memilikinya. Aku memilih terbuka lalu menjalani hidupku hari ini dan bersyukur karena masih bisa menikmati keindahan dan nikmat dari Allah SWT.
Namun meskipun ini seakan seperti akhir, tapi hatiku berkata masih akan ada pertemuan lagi entah kapanpun itu. Seperti ucapannya, "entah kapan kita bisa bertemu lagi". Saat ini saja aku sudah mulai merindukannya. Tapi masih tanda tanya besar dalam kepalaku? Saat ini pertanyaan itu yang membuatku terhubungan dengannya. Aku masih berusaha untuk mencari jawabannya. Haaahhhh.... terkadang kita ga pernah bisa mendapatkan apa yang kita mau. Tapi bukan berarti usaha kita sia-sia kan? Kata orang "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda". Tapi aku yakin aku ga pernah gagal. Hanya saja Allah menundanya untukku. Agar kemenangan itu rasanya lebih manis dan lebih bermakna untuk ku pertahan dalam hidupku.

Kamis, 09 Oktober 2008

Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya



Aku sudah ikhlas dika, termia kasih atas kenangan 3 tahun belakangan ini.

Jumat, 26 September 2008

Ramadhanku

rasanya bulan ini terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja. ada banyak pertengkaran, kesedihan dan kebahagiaan yang menyelimuti hikmah indah dibaliknya. terlalu sombong jika kukatakan bahwa tak ada kenikmatan yang kurasakan dari bulan suci yang indah ini.
Allah Maha Indah, telah memberiku bahagia disela tangis yang mendera.
rasanya bulan ini ingin slalu kukecapi indahnya. ingin slalu kurasakan ampunanNya.
ingin slalu kudapatkan berkahnya.
dan akan slalu kurindukan harum kedatangannya